Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menguji tekad Iran dalam membela wilayahnya.
Sebelumnya, pejabat Gedung Putih memandang Ghalibaf sebagai mitra yang bisa diandalkan Negeri Paman Sam. Ghalibaf dianggap sosok yang bisa diajak negosiasi di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintahan Trump diam-diam mempertimbangkan ketua parlemen Iran sebagai mitra potensial - dan bahkan pemimpin masa depan," demikian laporan Politico seperti dikutip Reuters Selasa (24/3).
Namun, pada Rabu, peringatan Ghalibaf muncul setelah laporan menyebut Washington akan mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.
"Kami memantau secara ketat semua pergerakan AS di kawasan, terutama penempatan pasukan. Apa yang telah dirusak para jenderal, tidak bisa diperbaiki oleh para tentara; malah, mereka akan menjadi korban delusi (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu," ujar Ghalibaf dalam unggahan di X, dikutip Alarabiya.
"Jangan uji tekad kami untuk membela tanah kami," tambah dia.
Pentagon diperkirakan akan mengirim ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara 82 yang elite ke Timur Tengah, kata dua narasumber kepada Reuters pada Selasa.
Langkah ini menambah kekuatan militer yang besar meski pemerintahan Trump sedang berupaya mengadakan pembicaraan dengan Iran.
Divisi Lintas Udara ke-82 mampu dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah menerima perintah. Sekitar 1.000 tentara akan dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Kontingen itu mencakup Komandan Divisi Lintas Udara ke-82 Mayjen Brandon Tegtmeier, staf divisi, satu batalion Tim Tempur Brigade yang bertugas sebagai Pasukan Respons Cepat (IRF).
IRF adalah brigade yang siap bergerak dengan pemberitahuan terbatas, bertindak sebagai pasukan respons cepat yang mampu dikerahkan dalam hitungan jam ketika dibutuhkan.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5




















