CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Amnesia kerap ditampilkan secara dramatis di film dan sinetron. Sebenarnya, amnesia di dunia nyata apa benar seperti itu? (iStockphoto/serts)
Jakarta, CNN Indonesia --
Film dan sinetron sering menggambarkan amnesia sebagai kondisi ketika seseorang tiba-tiba lupa siapa dirinya, bahkan tidak mengenal orang-orang terdekatnya.
Kondisi ini biasanya ditampilkan di tayangan film secara dramatis, misalnya setelah mengalami kecelakaan atau kejadian traumatis.
Lalu, apakah amnesia di dunia nyata benar-benar seperti itu? Faktanya, kondisi medis ini tidak selalu terjadi seekstrem yang sering tayang di layar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Mayo Clinic, amnesia adalah kondisi hilangnya ingatan yang bisa mencakup fakta, informasi, hingga pengalaman hidup.
Berbeda dengan gambaran di film, sebagian besar penderita amnesia sebenarnya masih tahu siapa dirinya. Mereka tidak kehilangan identitas, tetapi mengalami kesulitan mengingat hal-hal tertentu atau membentuk ingatan baru.
Dua ciri utama amnesia adalah kesulitan mengingat kejadian di masa lalu dan menyimpan informasi baru.
Kondisi ini paling sering memengaruhi memori jangka pendek. Artinya, seseorang mungkin tidak ingat apa yang baru saja terjadi, tetapi masih bisa mengingat masa kecil atau kejadian lama.
Amnesia biasanya terjadi akibat gangguan pada bagian otak yang berperan dalam memproses memori.
Penyebabnya beragam, mulai dari cedera kepala, stroke, kejang, hingga konsumsi alkohol berlebihan. Dalam beberapa kasus, amnesia juga bisa bersifat permanen, tergantung tingkat kerusakan otak.
Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul bersama gejala lain seperti kebingungan, disorientasi, hingga munculnya ingatan palsu.
Mengutip Cleveland Clinic, amnesia tidak hanya satu jenis. Ada beberapa bentuk amnesia yang umum terjadi, di antaranya:
- Amnesia retrograde: tidak bisa mengingat masa lalu
- Amnesia anterograde: sulit membentuk ingatan baru
- Amnesia pasca-trauma: terjadi setelah cedera kepala
- Amnesia disosiatif: berkaitan dengan trauma psikologis
Ada juga kondisi yang disebut transient global amnesia, yaitu kehilangan ingatan sementara yang biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.
Beda dengan pikun atau demensia
Amnesia sering disamakan dengan demensia, padahal keduanya berbeda. Demensia tidak hanya menyebabkan gangguan memori, tetapi juga memengaruhi kemampuan berpikir, bahasa, hingga fungsi sehari-hari.
Sementara pada amnesia, gangguan utamanya hanya pada ingatan, tanpa memengaruhi kecerdasan, kepribadian, atau kemampuan memahami sesuatu.
Tidak ada satu pengobatan khusus untuk amnesia. Penanganan biasanya disesuaikan dengan penyebabnya.Misalnya, jika disebabkan oleh cedera atau kondisi medis tertentu, maka terapi akan difokuskan pada penyebab tersebut.
Selain itu, pasien juga bisa dibantu dengan strategi untuk meningkatkan daya ingat dan dukungan dari keluarga.
Meski sering digambarkan secara ekstrem di film, amnesia di dunia nyata cenderung lebih halus.Penderita umumnya tidak tiba-tiba lupa total tentang dirinya, melainkan mengalami gangguan dalam mengingat hal-hal baru atau sebagian memori lama.
Karena itu, jika seseorang mengalami kehilangan ingatan yang tidak wajar, kebingungan, atau disorientasi, sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis.
(anm/fef)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1
























