Jakarta, CNN Indonesia --
Walaupun disebutkan sudah melewati puncak arus mudik pada Rabu (18/3) malam kemarin, pada Kamis (19/3) pagi ini kepadatan lalu lintas--terutama di ruas tol Jakarta-Cikampek--masih terasa.
Mengutip dari pantauan TMC Polda Metro Jaya via akun X resminya, sekitar pukul 09.19 WIB, Situasi arus lalu-lintas terkini di sekitaran ruas Tol Japek KM19 Bekasi Timur dari Jakarta menuju Cikampek untuk jalur bawah terpantau ramai cenderung padat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Jalan Layang MBZruas Jakarta-Cikampekdi atasnya terpantau ramai lancar.
Selain itu situasi arus lalu-lintas pagi hari di sekitaran ruas Tol Japek Rest Area KM19 Bekasi Timur dari Jakarta menuju Cikampek terpantau ramai cenderung padat.
Sementara itu kepolisian melalui Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penyekatan pelarangan kendaraan atau truk sumbu 3 ke aas untuk masuk ke jalan tol. Beberapa di antaranya di Gerbang Tol (GT) Semper 2 dan di GT Cakung 1.
"Kendaraan sumbu 3 ke atas yang akan masuk GT. dialihkan ke arteri kecuali membawa (Sembako, BBM, BBG) lalu lintas dari Arteri menuju GT," demikian dikutip dari akun X TMC Polda Metro Jaya.
Sebelumnya Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan puncak arus mudik lebaran terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari tadi atau H-2 Lebaran 2026/Idulfitri 1447 Hijriah.
Dia menyebut penetapan puncak arus terjadi berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan terhadap pergerakan kendaraan di jalur tol maupun arteri.
"Jika dibandingkan dengan Selasa 17 Maret 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada Selasa 17 Maret 2026 sekitar 221 ribu kendaraan, dan Rabu malam (18 Maret 2026) diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan. Kondisi memang cukup padat, namun tetap bergerak. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi Rabu malam (Rabu 18 Maret 2026)," kata dia di KM 29, Tol Jakarta -Cikampek, Kamis (19/3) dini hari dikutip dari keterangan yang diterima.
Agus mengatakan sejak Rabu pagi hingga malam kemarin volume kendaraan terpantau mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam keadaan padat namun tetap bergerak dan terkendali.
Menurutnya 42 persen kendaraan sudah keluar dari Jakarta.
"Kalau dibandingkan kemarin (Selasa, 17/3) itu 221 ribu (kendaraan), Rabu malam ini proyeksinya adalah 250 ribuan kendaraan. Jadi, (jumlah akhir) masih kita tunggu nanti pukul 06.00 pagi," katanya.
Selain itu, sambung dia, berdasarkan pantauan jalan arteri mulai sedikit ada peningkatan arus karena pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional pada jalan tol KM 70 sampai dengan KM 414. Meski demikian, arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau masih cukup lancar.
"Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali. Penyeberangan Merak-Bakauheni juga terpantau lancar," ungkapnya.
Pesan Kapolri kepada pengemudi pemudik
Sementara itu di Yogyakarta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan agar para pemudik yang pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi agar menyiapkan pengemudi cadangan selama dalam perjalanan.
Listyo juga mengimbau supaya para pemudik atau pengendara untuk beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan demi menghindari kecelakaan lalu lintas.
"Kita harapkan bahwa manfaatkan rest area yang ada, dan kalau capek tolong siapkan pengemudi pengganti, sehingga kemudian perjalanannya betul-betul bisa lancar, aman, dan sampai tujuan dengan selamat," kata Listyo usai meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu malam.
Pesan Listyo disampaikan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang masa angkutan mudik lebaran 2026 seminimal mungkin.
Dia bilang, jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 ini turun 40 persen per hari ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan sampai dengan rangkaian mudik 2026 dan nanti (arus) balik dalam rangkaian Operasi Ketupat ini bisa bertahan," harap Listyo.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3
























