Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Presiden Macron Ngamuk

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu tentara Prancis yang bertugas dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) tewas pada Sabtu (18/4) waktu setempat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung mengamuk dan mengutuk keras terkait kematian tentaranya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Prancis kemudian menyatakan bahwa tentaranya tewas kemungkinan besar karena serangan dari Hizbullah, milisi proksi Iran, dikutip dari Reuters.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam, Presiden Macron mengutuk insiden itu sebagai "serangan yang tidak dapat diterima."

Selain menewaskan satu tentara Prancis, serangan yang diduga dari Hizbullah itu menyebabkan tiga personel UNIFIL terluka, dua di antaranya luka parah.

UNIFIL mengatakan penilaian awal menunjukkan bahwa tembakan berasal dari aktor non-negara, diduga Hizbullah, dan bahwa penyelidikan telah dilakukan atas apa yang disebutnya sebagai "serangan yang disengaja."

Macron juga mengatakan bukti sejauh ini mengarah pada kelompok bersenjata yang didukung Iran dan mendesak otoritas Lebanon untuk bertindak terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin mengatakan patroli tersebut diserang saat menjalankan misi untuk membuka jalan menuju pos UNIFIL yang telah terisolasi oleh pertempuran di daerah tersebut.

UNIFIL menyatakan prajurit itu tewas tembakan senjata ringan langsung di Desa Ghandouriyeh, Lebanon selatan.

Tentara Lebanon mengutuk penembakan itu dan mengatakan telah membuka penyelidikan. Presiden Aoun menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan penyelidikan segera, sementara Perdana Menteri Salam juga mengutuk serangan itu.

Kematian tentara Prancis menambah korban tewas dari pasukan internasional dalam misi UNIFIL. Sebelumnya, tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia tewas akibat serangan dari Israel ke pos jaga di Lebanon selatan.

UNIFIL pertama kali dikerahkan pada tahun 1978 dan tetap berada di sana selama konflik berturut-turut, termasuk perang tahun 2024 di mana posisinya berulang kali menjadi sasaran tembakan.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial