CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Olahraga berat memang membutuhkan cadangan energi yang banyak, tapi bukan berarti Anda harus carbo loading. (AFP/YE AUNG THU)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pernah sengaja makan sepiring besar pasta pada malam sebelum berolahraga agar tubuh lebih bertenaga keesokan harinya? Kebiasaan yang dikenal sebagai carb-loading ini memang sudah lama populer, terutama di kalangan pelari dan pemain sepak bola.
Namun, ternyata tidak semua orang membutuhkannya.
Krissy Ladner, Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, mengatakan carb-loading sebenarnya hanya diperlukan untuk olahraga atau kompetisi yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, pertandingan sepak bola 90 menit atau olahraga rekreasional pada akhir pekan umumnya tidak memerlukan strategi tersebut.
"Untuk satu pertandingan berdurasi 90 menit, yang paling penting adalah periode hitung mundur sebelum pertandingan. Mengonsumsi makanan secara konsisten setiap hari merupakan cara terbaik untuk memastikan cadangan karbohidrat tubuh tetap memadai," kata Ladner.
Menurut dia, rahasia menjaga performa bukan terletak pada makan besar malam sebelumnya, melainkan pada apa yang dikonsumsi beberapa jam menjelang aktivitas fisik.
Melansir Baylor Collage Medicine, sekitar tiga setengah jam sebelum berolahraga merupakan waktu ideal untuk mengonsumsi makanan utama terakhir. Tujuannya adalah mengisi kembali cadangan glikogen, yakni sumber energi utama tubuh saat melakukan aktivitas berintensitas tinggi.
Ladner menyarankan konsep Hard Performance Plate, yaitu setengah piring berisi karbohidrat, seperempat protein rendah lemak, dan seperempat buah serta sayuran.
Contohnya adalah nasi dengan ikan atau ayam panggang dan sayuran, atau pasta dengan sumber protein tanpa lemak. Jangan lupa lengkapi dengan asupan cairan yang cukup.
Sebaliknya, makanan tinggi lemak, terlalu pedas, atau tinggi serat sebaiknya dihindari karena dapat memperlambat pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman saat berolahraga.
Di sisi lain, kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah makan terlalu banyak sesaat sebelum olahraga atau justru tidak makan sama sekali.
Padahal, sekitar satu jam sebelum aktivitas dimulai, tubuh hanya membutuhkan tambahan energi ringan yang mudah dicerna. Pilihannya bisa berupa pisang, minuman olahraga, granola bar kecil, atau sumber karbohidrat sederhana lainnya.
Tujuannya adalah menjaga kadar energi tetap stabil tanpa membuat perut terasa penuh.
Jangan coba hal baru saat hari-H
Selain memperhatikan jenis dan waktu makan, Ladner juga menekankan pentingnya menerapkan no-surprises rule atau aturan tanpa kejutan.
Artinya, jangan mencoba makanan, minuman, atau strategi nutrisi baru tepat pada hari pertandingan atau saat akan berolahraga. Sebaiknya, uji terlebih dahulu saat latihan untuk melihat bagaimana respons tubuh.
Prinsip ini berlaku untuk siapa saja, bukan hanya atlet profesional. Sebab, tubuh pemain elite maupun pemain akhir pekan bekerja dengan sumber energi yang sama.
"Performa saat berolahraga tidak hanya ditentukan oleh latihan dan kebugaran fisik. Apa yang dikonsumsi dan kapan mengonsumsinya juga berperan besar dalam menjaga energi hingga aktivitas selesai," katanya.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2

























