Jakarta, CNN Indonesia --
Swedia akan mengirim jet tempur dan pasukan pasukan elite rangers (militer) untuk patroli di Greenland sebagai bagian dari misi Arctic Sentry milik Organisasi Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO).
Langkah ini menjadi tambahan kontribusi militer terbaru dari Eropa sebagai tanggapan atas rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait wilayah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah ini meningkatkan daya tangkal, melindungi kepentingan bersama, dan mendukung stabilitas di kawasan yang sangat penting bagi Eropa serta kerja sama transatlantik," ujar Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, pada Kamis (12/2), seperti dikutip Reuters.
"Swedia akan berkontribusi dalam Arctic Sentry dengan pesawat tempur JAS 39 Gripen yang beroperasi di wilayah sekitar Islandia dan Greenland," tambah dia.
Dalam pernyataan terpisah, Angkatan Bersenjata Swedia juga menyampaikan sejumlah personel mereka akan ditempatkan di darat di Greenland.
"Pasukan ranger Angkatan Udara dan Angkatan Darat Swedia akan menjalani latihan di Greenland selama beberapa pekan."
Sebelumnya, pada Rabu, NATO menyatakan misi itu diluncurkan untuk memperkuat kehadiran aliansi di Arktik.
Misi itu juga bertujuan meredakan ketegangan yang muncul oleh dorongan Trump untuk mengakuisisi Greenland dan Denmark.
NATO telah memiliki kehadiran yang kuat di kawasan Arktik, termasuk melalui latihan militer rutin bersama AS dan Kanada, yang tidak terdampak oleh ketegangan politik terbaru.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte bertemu dengan Trump pada Rabu (21/2). Dalam percakapan itu, Rutte menegaskan kedaulatan Greenland tidak dibahas.
Melainkan, fokus kepada keamanan Arktik dan kerja sama dengan sekutu untuk memastikan Greenland tidak menjadi pijakan bagi Rusia atau China.
(rnp/rds)

1 hour ago
1






























