Serikat Aktor Hollywood Mulai Kenalkan Usulan Aturan Baru Soal AI

9 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 14 Mei 2026 06:20 WIB

Para pimpinan serikat aktor SAG-AFTRA mulai mengenalkan usulan aturan baru terkait penggunaan aktor kecerdasan buatan atau AI oleh studio dalam film. Para pimpinan serikat aktor SAG-AFTRA mulai mengenalkan usulan aturan baru terkait penggunaan aktor kecerdasan buatan atau AI oleh studio dalam film. ( AFP / CHRIS DELMAS )

Jakarta, CNN Indonesia --

Para pimpinan serikat aktor Amerika Serikat, SAG-AFTRA, mulai mengenalkan usulan aturan baru terkait penggunaan aktor kecerdasan buatan atau AI oleh studio dalam film.

Aturan tersebut mulai dikenalkan kepada seluruh anggota serikat aktor Hollywood itu bersamaan dengan rencana penggabungan dua dana pensiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan Variety pada Selasa (12/5), rencana itu memungkinkan studio untuk menggunakan pemain buatan hanya jika mereka memberikan "nilai tambah yang signifikan" pada sebuah proyek.

Aturan kesepakatan tersebut juga mengharuskan studio untuk memberi tahu dan bernegosiasi dengan serikat pekerja jika mereka melisensikan penampilan untuk pelatihan AI.

Gagasan yang akan tertuang dalam kontrak yang berlaku atas seluruh aktor di bawah naungan serikat tersebut ternyata tak disetujui oleh sebagian member SAG-AFTRA.

"Siapa yang menentukan itu? Pengacara studio. Merekalah yang menentukan 'nilai tambah yang signifikan'," kata Erik Passoja, mantan ketua bersama Komite Teknologi Baru SAG-AFTRA Los Angeles.

"Dan jika studio melisensikan penampilan Anda kepada pihak ketiga, mereka harus memberikan pemberitahuan tertulis dan bertemu untuk membahasnya. Tidak ada persetujuan. Tidak ada batasan kompensasi. Serikat pekerja mendapatkan pertemuan. Para aktor tidak mendapatkan apa pun."

Isu soal AI bisa menggantikan aktor manusia sudah jadi kekhawatiran lama di Hollywood. Ini pula yang melatarbelakangi aksi mogok aktor Hollywood pada 2023.

Meski para aktor mendapatkan jawaban perlindungan signifikan dalam perjanjian tersebut, kekhawatiran itu belum hilang.

Apalagi ketika Particle6 mempromosikan Tilly Norwood sebagai calon bintang film, dan perusahaan AI lainnya berlomba-lomba mengembangkan film dengan karakter yang sepenuhnya sintetis.

SAG-AFTRA memasuki putaran negosiasi ini pada Februari 2026 dengan tujuan menaikkan harga penggunaan aktor sintetis yang berpotensi berujung dengan pembayaran wajib ke dana serikat pekerja, sehingga studio pada umumnya akan memilih aktor manusia.

Meskipun serikat pekerja tidak mencapai tujuan itu, para studio menyetujui prinsip umum yang mendukung penampilan manusia, serta ketentuan arbitrase dengan potensi sanksi moneter untuk pelanggaran kontrak.

"Jika Anda mempertimbangkan semua komponennya, perusahaan hanya dapat dan akan menggunakan aktor sintetis dalam kasus-kasus ekstrem," kata Duncan Crabtree-Ireland, direktur eksekutif SAG-AFTRA.

"Kami merasa sangat yakin dengan pendekatan kami," kata Sean Astin, presiden SAG-AFTRA. "Mereka memiliki standar yang sangat tinggi untuk dipenuhi sebelum mereka setuju untuk menggunakannya. Dan dalam hal itu, mereka harus memberi tahu kami tentang hal itu dan bernegosiasi dengan kami."

Pada 11 Mei 2026, dewan SAG-AFTRA memberikan suara 89 persen mendukung pengiriman kontrak kepada anggota untuk ratifikasi. Sementara para pemimpin SAG-AFTRA akan mengadakan serangkatan pertemuan untuk menjelaskan poin-poin kesepakatan.

Selain soal AI dan juga rencana soal dana pensiun, pengajuan aturan ini juga ikut membahas peningkatan royalti dan kenaikan tarif minimum sebesar 3 persen per tahun. Para anggota akan memiliki waktu hingga 4 Juni untuk memberikan suara mereka untuk ratifikasi.

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial