CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 20:45 WIB
Ilustrasi turis asing. (Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta membidik peluang di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang per Kamis (21/5) menembus level Rp17.653.
Situasi ini dimanfaatkan otoritas ibu kota untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) lewat peluncuran berbagai paket wisata dan promosi agresif.
Pemprov DKI menangkap momentum ini sebagai daya tarik bagi turis asing, karena biaya perjalanan dan akomodasi di Jakarta menjadi jauh lebih kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah justru menjadi magnet kuat bagi turis asing, terutama dari negara-negara tetangga.
Saat rupiah melemah, daya beli mata uang asing otomatis meningkat sehingga segala biaya operasional liburan di Jakarta terasa jauh lebih murah bagi mereka.
Dampak positif dari fenomena ekonomi ini salah satunya adalah meningkatnya durasi tinggal (length of stay) para pelancong di Jakarta.
"Paket-paket wisata yang tadinya hanya diambil untuk satu atau dua hari oleh wisman dari Malaysia dan Singapura, kini bisa diperpanjang karena harganya menjadi jauh lebih kompetitif," ujar Lucky dalam konferensi pers Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026, seperti dilansir Detik.
Sebagai bagian dari strategi penyerapan pasar internasional, Disparekraf Jakarta mengintegrasikan promosi kota dengan gelaran Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026. Langkah ini dinilai strategis untuk merangsang minat belanja para turis asing yang berkunjung ke Jakarta.
Berdasarkan data historis, terdapat karakteristik unik dari tiga besar negara penyumbang wisman terbanyak di Jakarta, yaitu Malaysia, China, dan Jepang.
Turis Malaysia memiliki preferensi utama untuk berwisata kuliner dan berbelanja, sedangkan turis China fokus pada wisata urban dan bisnis. Kemudian turis asal Jepang mendominasi sektor pariwisata berbasis budaya dan kuliner.
"Karena turis asal Malaysia sangat gemar berbelanja dan menikmati kuliner di Jakarta, publikasi mengenai FJGS 2026 ini terus kami dorong secara masif, baik di dalam maupun luar negeri," kata Lucky.
Demi memaksimalkan target kunjungan, Disparekraf DKI Jakarta mengonfirmasi telah menyiapkan slot publikasi khusus pada sejumlah media cetak internasional untuk edisi Juni-Juli 2026. Ajang FJGS 2026 dipastikan menjadi program prioritas utama yang dipamerkan dalam publikasi tersebut.
Melalui promosi terstruktur ini, Jakarta membidik lonjakan transaksi belanja dari turis asal tiga negara fokus utama tahun ini, yakni Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
Pemprov DKI berharap langkah ini tidak hanya menaikkan angka kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal di tengah dinamika nilai tukar mata uang global.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3
























