Puluhan Ribu Orang Sempat Terjebak di Imigrasi Malaysia, Ada Apa?

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pos pemeriksaan imigrasi Malaysia menuju Singapura di Johor sempat chaos atau kacau menyebabkan puluhan ribu orang 'terjebak' di bandara tersebut pada Kamis (28/5) dini hari.

Kekacauan terjadi karena gangguan sistem nasional melumpuhkan proses imigrasi selama sekitar lima jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas imigrasi terpaksa memproses pemeriksaan imigrasi warga Malaysia dan pelancong asing secara manual setelah semua sistem berbasis komputer mengalami gangguan antara pukul 4.30 pagi dan 9.30 pagi, seperti dilaporkan oleh media lokal The Star, dikutip dari Channel News Asia.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada The Star bahwa antrean panjang dilaporkan di kedua pos pemeriksaan darat Johor - kompleks bea cukai, imigrasi, dan karantina Bangunan Sultan Iskandar (BSI) yang terhubung dengan Jembatan Woodlands dengan kompleks bea cukai, imigrasi.

Sistem imigrasi juga mati di karantina Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jembatan Tuas Second Link. Ia menggambarkannya sebagai "waktu puncak" bagi puluhan ribu warga Malaysia yang bergegas ke Singapura untuk bekerja.

"Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan," kata pejabat tersebut.

"Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi."

Gangguan tersebut menandai kerusakan besar sistem imigrasi kedua dalam waktu kurang lebih sebulan. Insiden serupa menyebabkan ribuan pelancong terlantar selama sekitar dua jam pada 23 April.

Gangguan pada Kamis pagi tersebut memengaruhi sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi Malaysia di seluruh negeri, yang mendorong pengerahan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban, tambah pejabat tersebut.

Malaysia memiliki total 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial