PMI Kirim Bantuan Medis ke Iran, Tempuh Jalur Transit Turki-Pakistan

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan untuk korban serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan bantuan tidak dikirim langsung dari Indonesia, melainkan melalui negara ketiga seperti Pakistan atau Turki.

"Jadi, kita tidak bisa mengirim obat langsung dari Indonesia ke Iran. Kita harus kirim melalui negara yang berbatasan dengan Iran, yaitu Pakistan atau Turki," ujar Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pengiriman dilakukan melalui jalur organisasi kemanusiaan, bukan pemerintah, sesuai mekanisme Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

"Selalu sistem kita seperti itu, lewat Palang Merah Indonesia ke Palang Merah (Bulan Sabit Merah) Turki atau Pakistan, lalu ke Bulan Sabit Merah Iran," katanya.

Jusuf Kalla menyebut kebutuhan utama yang diminta Iran adalah obat-obatan dan perlengkapan medis, mengingat kondisi rumah sakit yang terdampak perang.

"Dubes Iran meminta bantuan karena begitu banyak korban, rumah sakit sulit, dan obat-obat sulit. Jadi yang dibutuhkan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PMI tidak akan mengirim obat langsung dari Indonesia karena faktor efisiensi dan perbedaan standar.

"Kalau dikirim dari Indonesia, ongkos kirimnya bisa lebih mahal dari obatnya. Lebih baik beli di negara terdekat yang sesuai kebutuhan," kata JK.

Selain itu, PMI juga akan mengirim personel ke negara perantara untuk mengatur distribusi bantuan.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyambut baik rencana bantuan tersebut dan mengapresiasi dukungan dari PMI.

"Tentu Yang Mulia Bapak Jusuf Kalla sangat memahami dengan semangat kemanusiaan yang beliau miliki dan telah menyampaikan akan berupaya membantu pihak kami," kata Boroujerdi.

Saat ini, PMI masih menghitung kebutuhan bantuan secara rinci sebelum proses pengiriman dilakukan dalam waktu dekat.

Gejolak di Timur Tengah itu dipicu serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu dan hingga kini masih terus membara.

Serangan tersebut menyasar berbagai fasilitas strategis, termasuk instalasi militer dan pusat pertahanan, serta menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

[Gambas:Video CNN]

(anm/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial