Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) melakukan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) dengan Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye (KNEKS Turki) di BSI Tower, Jakarta (16/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Sutan Emir Hidayat Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS dan Tarik Akin Head of Finance Department dari KNEKS Turki.
Kegiatan ini disaksikan oleh Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan dan perwakilan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Theophillus F. Waluyo dan Agustaviano Sofyan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan ini Mehmet Ali Akben selaku Chairman Participation Banks Association of Türkiye (TKBB) dan lebih dari 45 delegasi Turki yang terdiri dari pimpinan participation banks, fintech, dan asuransi syariah di Turki.
Dari pihak Indonesia hadir Bob T. Ananta selaku Ketua 1 Bidang Bisnis Asbisindo, Koko T. Rachmadi selaku Sekretaris Jenderal Asbisindo, serta perwakilan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).
Kolaborasi strategis
Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat mengembangkan kolaborasi di berbagai bidang strategis, antara lain pengembangan pasar keuangan syariah, peningkatan aktivitas ekonomi syariah lintas negara, serta penguatan kapasitas melalui pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan riset bersama.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru, memperkuat pengembangan industri halal, serta meningkatkan konektivitas ekosistem ekonomi syariah antara Indonesia dan Turki
Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)Sutan Emir Hidayat juga memaparkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia beserta arah kebijakannya dalam perekonomian nasional.
"Ekonomi syariah semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor riil, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional," ucap Emir.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya KNEKS dalam memperluas kolaborasi internasional, termasuk dalam lingkup kerja sama intra Developing-8 (D-8), di mana Indonesia dan Turki merupakan negara anggota.
Kolaborasi ini juga berlangsung pada momentum strategis Keketuaan Indonesia pada Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 periode 2026-2027, dengan penguatan sektor keuangan syariah dan ekonomi halal sebagai salah satu agenda prioritas.
(asa)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3


























