Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan awal Jumat (17/4) usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington dan Iran kemungkinan bertemu untuk berunding pada akhir pekan ini. Penurunan juga didorong gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.
Berdasarkan laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun US$1,34 atau 1,35 persen menjadi US$98,05 per barel pada pukul 00.21 GMT atau 07.21 WIB.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,65 atau 1,74 persen menjadi US$93,40 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengatakan Iran telah menawarkan untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Isu nuklir ini menjadi poin krusial dalam pembicaraan damai kedua negara.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Namun, saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Kamis (16/4) waktu setempat.
Harga minyak sempat melonjak 50 persen pada Maret dalam reli yang mencetak rekor. Belakangan ini, harganya sedang turun di bawah US$100 per barel dan kini masih bertahan di kisaran US$90 sepanjang pekan ini.
Serangan Israel di Lebanon disebut menjadi hambatan utama dalam upaya mengamankan kesepakatan damai yang diupayakan Trump untuk mengakhiri perang terhadap Iran yang ia mulai bersama Israel pada akhir Februari lalu.
Menurut dua sumber Reuters dari pihak Iran, negosiator AS dan Iran telah menurunkan ekspektasi untuk kesepakatan damai komprehensif. Kedua pihak kini mengupayakan memorandum sementara guna mencegah konflik kembali terjadi.
Selat Hormuz telah ditutup oleh Iran selama tujuh pekan. Kondisi ini membuat sekitar seperlima pasokan minyak dunia terhambat. Analis dari ING memperkirakan sekitar 13 juta barel aliran minyak per hari terganggu akibat penutupan selat tersebut.
(dhz/ins)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3


























