Iran-Oman Bakal Pungut Biaya Melintas Selat Hormuz

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dan Oman berencana mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz selama gencatan senjata dua pekan.

Mengutip CNN berdasarkan laporan kantor berita Tasnim Iran, dana tersebut akan dialokasikan untuk rekonstruksi imbas perang melawan serangan AS dan Israel.

Data pelacakan maritim menunjukkan hanya sekitar 5 persen dari volume pengiriman sebelum perang yang berhasil melewatinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa kapal tanker berhasil melintas selat tersebut, seperti Pakistan dan India yang telah bernegosiasi dengan Iran untuk jaminan pelayaran bagi beberapa kapal berbendera mereka.

Iran dilaporkan memungut biaya hingga US$2 juta atau setara Rp33,98 miliar (asumsi kurs Rp16.990 per dolar AS) per kapal untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, belum jelas apakah ada operator kapal yang telah membayar biaya tersebut.

Pada Selasa (7/4), Iran dan AS sepakat gencatan selama dua pekan usai perang selama lebih dari sebulan sejak 28 Februari lalu.

Bagi Iran, gencatan senjata ini adalah kemenangan sebab AS menyepakati 10 tuntutan yang diajukan Teheran untuk gencatan dan memulai perundingan.

"Selama periode ini (gencatan dua pekan), penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa (7/4).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan soal gencatan senjata. Dalam rilis itu, dia turut menyinggung pembukaan Selat Hormuz. Selat ini ditutup sejak AS dan Israel meluncurkan operasi ke Iran.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," ujar dia di X pada Selasa (7/4) malam.

Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pembukaan jalur itu tidak sepenuhnya otomatis dan masih bergantung pada ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, dilansir Gulf News, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut penerimaan Iran soal kesepakatan gencatan senjata bersifat "bersyarat", yakni kedua pihak harus menghentikan operasi ofensif dan mengedepankan penyelesaian diplomatik.

Hal itu, kata dewan tersebut, dilakukan sebagai upaya meredakan ketegangan serta memastikan kembali berfungsinya jalur pelayaran strategis yang vital.

Pejabat Iran juga menegaskan dialog akan terus berlanjut selama gencatan senjata guna meredakan ketegangan dan membuka ruang negosiasi.

[Gambas:Youtube]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial