Jakarta, CNN Indonesia --
Pengguna Poco X7 Pro dengan akun Facebook Muhamad Rizki mengeluhkan garansi HP miliknya hangus, padahal unit yang dimilikinya tidak mengalami cacat fisik atau ada kesalahan dari penggunaan.
Sebelumnya, Rizki mengeluhkan masalahnya tersebut di grup Facebook Poco X7 & Poco X7 Pro Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merasa pelayanan Xiaomi mengecewakan, karena unit Poco X7 Pro miliknya yang diklaim tanpa lecet sama sekali tiba-tiba garansinya hangus dengan alasan mainboard bengkok.
Menurutnya, hal tersebut sangat janggal karena mainboard yang berada di dalam casing bisa bengkok tanpa ada benturan fisik dari luar.
Ia bahkan mencoba berpindah ke cabang service center lain, dan "malah dituduh ngerusak unit sendiri."
Rizki kemudian diminta membayar Rp4,4 juta untuk biaya perbaikan karena garansinya telah hangus.
"Bukannya evaluasi kualitas produk, malah konsumen yang dijadikan kambing hitam," tulisnya.
Ia lantas menyoroti spesifikasi ponselnya yang gahar di atas kertas, tetapi perusahaan memberikan layanan aftersales yang berbanding terbalik.
Tak lama setelah unggahan itu viral, Rizki mengaku dihubungi oleh pihak Xiaomi. Menurutnya perusahaan berjanji memberikan memberikan garansi full perbaikan.
"Xiaomi Indonesia udah hubungi gue, dan mereka akan kasih spesial treatment dan akan menggaransi full perbaikan untuk unit gue. Terima kasih kawan-kawan netizen yang udah bantuin sejauh ini," tulisnya dalam pembaruan unggahan pada Senin (30/3).
Saat dihubungi lebih lanjut, Rizki merasa pihak Xiaomi tetap bersikukuh dengan klaim kerusakan fisik disebabkan pengguna, meski mereka telah memfasilitasi perbaikan tanpa biaya.
"Kalo analisa dari mereka sih masih kemungkinan dari konsumen, misalnya Hp-nya ditaruh di saku bagian belakang, penggunaan Hp sambil di-charge, ketindihan saat tidur, atau penggunaan Hp berlebih (mungkin overheat maksudnya)," kata Rizki kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/3).
"Harusnya kalau emang bengkok mainboard, harusnya frame juga bengkok," tambahnya.
Menurutnya, analisis tersebut tidak masuk akal karena ia merasa telah menjaga fisik ponselnya sebaik mungkin agar tidak garansi tidak ditolak ketika melakukan perbaikan.
Namun, masalah malah terjadi pada mainboard yang berada di dalam ponsel.
"Sedangkan mainboard ada di dalam casing yang enggak mungkin kita buka, (karena) kalau dibuka selain oleh mereka (pihak Xiaomi) otomatis garansi hangus," tuturnya.
Poco juga sudah buka suara usai keluhan tersebut viral. Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci duduk perkara masalah ini.
"Terkait hal ini, tim aftersales kami telah menghubungi konsumen yang bersangkutan secara langsung untuk memberikan langkah penyelesaian lebih lanjut. Kami memastikan agar setiap Poco Fans mendapatkan solusi terbaik melalui layanan purna jual kami," ujar Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia kepada CNNIndonesia.com.
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3

























