CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Meski memiliki nama yang sama, tapi diabetes tipe 1 dan 2 jelas berbeda. (iStock/vadimguzhva)
Jakarta, CNN Indonesia --
Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang terus meningkat jumlah penderitanya di seluruh dunia. Meski sama-sama ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda.
Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada penyebab penyakit, tetapi juga faktor risiko, kecepatan munculnya gejala, hingga cara penanganannya. Karena itu, memahami perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 penting agar masyarakat dapat lebih waspada dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.
Apa itu diabetes?
Diabetes terjadi ketika kadar glukosa atau gula dalam darah terlalu tinggi akibat gangguan pada hormon insulin. Insulin berfungsi membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Diabetes, ketika insulin tidak diproduksi dalam jumlah cukup atau tidak bekerja dengan baik, gula akan menumpuk di dalam darah. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.
Perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2
Meski memiliki gejala yang mirip, diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Berikut perbedaannya.
1. Penyebab
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, tubuh tidak mampu memproduksi insulin sama sekali.
Sementara itu, diabetes tipe 2 bukan penyakit autoimun. Pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi jumlahnya tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja secara efektif. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin.
2. Faktor risiko
Penyebab pasti diabetes tipe 1 hingga kini belum diketahui. Namun, faktor genetik dan riwayat keluarga diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Berbeda dengan tipe 1, diabetes tipe 2 memiliki lebih banyak faktor risiko yang sudah diketahui. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, adanya riwayat keluarga, lingkar pinggang berlebih, obesitas, kelebihan berat badan, serta kurangnya aktivitas fisik.
3. Usia saat diagnosis
Ilustrasi. Diabetes tipe 1 adalah jenis diabetes yang sering diidap anak. (iStock/vadimguzhva)
Diabetes tipe 1 sering kali didiagnosis pada anak-anak dan remaja, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat muncul pada usia berapa pun. Namun, sebagian besar kasus ditemukan sebelum usia 40 tahun.
Sebaliknya, diabetes tipe 2 lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan risikonya meningkat seiring pertambahan usia. Meski demikian, kasus diabetes tipe 2 pada anak dan remaja juga semakin banyak ditemukan akibat meningkatnya angka obesitas.
4. Kemunculan gejala
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah kecepatan munculnya gejala.
Pada diabetes tipe 1, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan berkembang dalam hitungan hari atau minggu. Karena berlangsung cepat, penderita sering kali segera menyadari ada yang tidak beres.
Sementara itu, diabetes tipe 2 berkembang lebih lambat. Gejalanya dapat muncul secara bertahap selama bertahun-tahun sehingga sering tidak disadari. Bahkan, sebagian orang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika komplikasi sudah muncul.
5. Penanganan
Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan terapi insulin seumur hidup karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon tersebut. Selain itu, mereka perlu memantau asupan karbohidrat, rutin memeriksa kadar gula darah, menerapkan pola makan sehat, dan aktif bergerak.
Pada diabetes tipe 2, pengobatan tidak selalu membutuhkan insulin. Pada sebagian kasus, perubahan gaya hidup seperti menjaga pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan menurunkan berat badan sudah dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.
Namun, beberapa pasien tetap memerlukan obat-obatan atau terapi insulin sesuai kondisi masing-masing.
Gejala yang perlu diwaspadai
Melansir RS Premier Surabaya, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 memiliki sejumlah gejala yang serupa. Gejala tersebut antara lain:
• Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
• Mudah haus.
• Mudah lelah.
• Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
• Rasa lapar meningkat.
• Penglihatan kabur.
• Luka yang sulit sembuh.
• Gatal pada area genital atau infeksi jamur berulang.
Pada diabetes tipe 1, gejala-gejala tersebut biasanya muncul lebih cepat dan lebih jelas. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tanda-tandanya sering kali samar sehingga mudah terabaikan.
Bisakah dicegah?
Hingga saat ini, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah diabetes tipe 1. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab penyakit ini dan menemukan metode pencegahannya.
Sementara itu, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau setidaknya risikonya dikurangi melalui pola hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari kebiasaan sedentari dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

























