Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi Amerika Serikat memprotes terpilihnya Iran sebagai salah satu wakil presiden dalam konferensi tentang Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT) akhir April 2026 lalu.
Dalam konferensi ke-11 untuk meninjau implementasi NPT yang dilangsungkan di Markas PBB di New York, berbagai kelompok menominasikan 34 wakil presiden konferensi.
Duta Besar Vietnam untuk PBB, Do Hung Viet, yang juga dipilih sebagai ketua konferensi, mengatakan Iran dipilih oleh kelompok negara-negara non-blok dan negara lainnya. Namun asisten sekretaris untuk Biro Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi AS, Christopher Yaaw, mengatakan terpilihnya Iran pada konferensi itu merupakan penghinaan terhadap NPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak dapat disangkal bahwa Iran telah lama menunjukkan penghinaannya terhadap komitmen non-proliferasi NPT," kata Yaaw, seperti diberitakan Reuters.
Dia menyebut Iran telah menolak untuk bekerja sama dengan pengawas nuklir PBB untuk menyelesaikan pertanyaan tentang program pengembangan nuklir. Yaaw juga menyebut pemilihan Iran "sangat memalukan" dan mencoreng kredibilitas konferensi tersebut.
Namun, berdasarkan sejumlah laman yang membahas nuklir dunia, Iran justru tidak termasuk ke dalam daftar negara pemilik senjata nuklir. Laman International Campaign to Abolish Nuclear Weaponshttps atau icanw.org, misalnya, menulis sembilan negara pemiliknya.
Negara-negara ini memiliki sekitar 12.331 hulu ledak nuklir, dengan lebih dari 9.600 di antaranya berada dalam persediaan militer aktif, menurut Laporan Status Angkatan Nuklir Dunia tahun 2025 dari Federasi Ilmuwan Atom.
Meskipun ini merupakan penurunan signifikan dari sekitar 70.000 hulu ledak yang dimiliki oleh negara-negara bersenjata nuklir selama Perang Dingin, persenjataan nuklir diperkirakan akan tumbuh selama dekade mendatang dan kekuatan saat ini jauh lebih mumpuni.
Rusia memiliki senjata nuklir terbanyak yang telah dikonfirmasi, dengan lebih dari 5.500 hulu ledak nuklir. AS berada di urutan berikutnya dengan 5.044 senjata nuklir, yang ditempatkan di AS dan 5 negara lain: Turki, Italia, Belgia, Jerman, dan Belanda. Total hulu ledak nuklir yang dimiliki oleh kedua negara ini saja sudah mencapai hampir 90% dari senjata nuklir di dunia.
Jumlah total hulu ledak Korea Utara dan Israel belum dikonfirmasi. Sementara Israel memiliki bahan untuk hingga 200 senjata, dengan perkiraan 90 hulu ledak yang sudah ada.
Apa arti memiliki senjata nuklir?
Satu hulu ledak nuklir saja dapat membunuh ratusan ribu orang, dengan konsekuensi kemanusiaan dan lingkungan yang berlangsung lama dan menghancurkan. Meledakkan hanya 1 senjata nuklir di atas New York saja diperkirakan akan menyebabkan 583.160 korban jiwa.
Secara gabungan, Tiongkok, Prancis, India, Israel, Korea Utara, Pakistan, Rusia, Inggris Raya, dan Amerika Serikat memiliki lebih dari 12.300 senjata nuklir, yang sebagian besar berkali-kali lebih kuat daripada senjata nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima.
Sebanyak 32 negara lain juga merupakan bagian dari masalah ini, dengan enam negara menampung senjata nuklir, dan 28 negara lainnya mendukung penggunaannya.
1.Rusia
2.Amerika Serikat
3.Cina
4.Perancis
5.Britania Raya
6.Pakistan
7.India
8.Israel
9.Korea Utara
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4






























