Jakarta, CNN Indonesia --
Pembelian Stadion San Siro oleh AC Milan dan Inter Milan terancam batal setelah walikota Milan disidik polisi keuangan (GdF) Italia.
Kantor Walikota Milan diperiksa GdF pada 31 Maret 2026. Sang walikota terindikasi dugaan pengaturan tender dan kolusi di sejumlah proyek pemerintah. Karena itu ia disidik GdF.
Hal ini membuat partai politik terbesar Italia, Fratelli d'Italia, yang merupakan partai oposisi dari walikota Milan, mengajukan mosi pembatalan penjualan San Siro ke AC Milan dan Inter Milan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan CEO Inter Milan, Alessandro Antonelli, dan Presiden Sport Life City sebagai pengelola AC Milan, Giuseppe Bonomi, turut diperiksa.Ada indikasi suap dalam rencana pembelian San Siro.
Fratelli d'Italia bahkan meminta Walikota Milan, Giuseppe Sala, mengundurkan diri. Karena itu pula semua proses tender yang dilakukan sang walikota harus dibatalkan pula.
Menurut Fratelli d'Italia, San Siro tidak boleh dijual. Mereka ingin status stadion tetap milik pemerintah kota Milan serta tidak perlu ada rekonstriksi ulang melainkan renovasi saja.
Karena keributan ini, AC Milan dan Inter Milan tak punya kandang. Kesepakatan yang sudah terjalin kini diambang pembatalan. AC Milan dan Inter Milan bisa terusir dari San Siro.
Sebelumnya, pada November 2025, telah terjadi kesepakatan pemerintah kota Milan dengan AC Milan dan Inter Milan. San Siro dijual harga 200 juta euro atau setara Rp3,4 triliun.
Ini adalah hasil dari pendekatan selama satu dekade. Dua klub sukses Milan ini sudah berkali-kali mengalami kesepakatan dan pembatalan terkait San Siro. Kini, sekali lagi, terancam batal.
(abs/jal)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1














