Tidur Tanpa Bantal, Lebih Sehat Atau Justru Berbahaya?

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 21 Mar 2026 02:00 WIB

Bagi sebagian orang, bantal menjadi penunjang kenyamanan saat tidur. Namun, tidak sedikit pula yang merasa lebih nyaman tanpa bantal. Ilustrasi. Sebagian orang memilih tidur tanpa bantal karena dinilai lebih sehat. Namun sebenarnya untuk posisi tidur tertentu, bantal justru diperlukan sebagai penyangga. (Shutterstock/Rapeepat Pornsipak)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi sebagian orang, bantal menjadi penunjang kenyamanan saat tidur. Namun, tidak sedikit pula yang merasa lebih nyaman tanpa bantal. Sebenarnya tidur tanpa bantal itu lebih sehat atau justru berbahaya?

Meski terdengar sederhana, keputusan untuk tidur tanpa bantal ternyata berkaitan erat dengan posisi tidur dan keseimbangan postur tubuh. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Healthline, bantal berfungsi menjaga posisi tulang belakang tetap netral dengan menyelaraskan leher dan tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, tidur tanpa bantal justru bisa membantu.

Orang yang tidur tengkurap, misalnya, berpotensi merasakan manfaat dari tidur tanpa bantal. Posisi ini cenderung membuat leher tertekuk ke belakang jika menggunakan bantal, sehingga tanpa bantal tekanan pada leher bisa berkurang.

Meski demikian, efek ini tidak berlaku bagi semua posisi tidur. Pada posisi telentang atau miring, tidak menggunakan bantal justru dapat membuat tulang belakang tidak sejajar.

Tidur tanpa bantal juga kerap dikaitkan dengan berkurangnya nyeri leher, khususnya bagi yang terbiasa tidur tengkurap.

Dalam posisi tersebut, kepala biasanya menoleh ke samping dan menciptakan sudut yang tidak alami pada leher. Tanpa bantal, sudut ini bisa sedikit berkurang sehingga tekanan pada leher menjadi lebih ringan.

Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya menghilangkan risiko nyeri. Tanpa penyangga yang tepat, leher tetap bisa mengalami ketegangan, terutama jika posisi tidur tidak berubah dalam waktu lama.

Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur tanpa bantal memberikan dampak langsung pada kesehatan rambut.

Namun, bahan permukaan tempat tidur seperti sarung bantal dapat memengaruhi kondisi rambut. Misalnya, bahan katun cenderung menyerap minyak alami rambut, sementara bahan seperti sutra dianggap lebih ramah terhadap rambut.

Di balik potensi manfaatnya, tidur tanpa bantal juga memiliki sejumlah kekurangan. Untuk sebagian besar posisi tidur, tidak menggunakan bantal dapat membuat tulang belakang berada dalam posisi yang tidak alami. Hal ini dapat memberi tekanan tambahan pada otot dan sendi, terutama di area leher dan punggung.

Bahkan bagi yang tidur tengkurap sekalipun, posisi ini tetap tidak ideal karena berat tubuh bertumpu di bagian tengah, sehingga membebani tulang belakang.

Ciri kepribadian orang yang tidur dengan banyak bantal selanjutnya adalah mereka sosok yang berpikiran terbuka dan fleksibel. Mereka biasanya akakn menata beberapa bantal, berusaha mencoba berbagai posisi tidur untuk menemukan susunan dan posisi yang sempurna.Ilustrasi. Pada posisi tidur tertentu, penggunaan bantal justru dapat meringankan beban pada leher. (Pexels/Yan Krukau)

Tidur tanpa bantal juga berisiko menyebabkan nyeri leher, kekakuan, hingga sakit kepala, terutama jika dilakukan dalam posisi telentang atau miring.

Tanpa bantal, leher cenderung berada pada posisi yang terlalu menekuk atau terlalu lurus, sehingga distribusi tekanan menjadi tidak merata.

Akibatnya, otot leher bekerja lebih keras sepanjang malam dan memicu rasa tidak nyaman saat bangun tidur.

Bagi yang ingin mencoba tidur tanpa bantal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman,

  • Kurangi penggunaan bantal secara bertahap, misalnya dengan mengganti bantal dengan handuk tipis
  • Gunakan bantal tambahan di bagian tubuh lain, seperti di bawah perut atau panggul saat tidur tengkurap
  • Pastikan kasur memiliki tingkat kekerasan yang cukup untuk menopang tubuh
  • Perhatikan respons tubuh, terutama jika muncul nyeri atau ketidaknyamanan

Tidur tanpa bantal tidak selalu lebih baik atau lebih buruk, melainkan bergantung pada posisi tidur dan kondisi tubuh masing-masing.

Bagi sebagian orang, terutama yang tidur tengkurap, kebiasaan ini bisa membantu mengurangi tekanan pada leher. Namun, bagi yang tidur telentang atau miring, penggunaan bantal tetap diperlukan untuk menjaga postur tubuh tetap ideal.

Memahami kebutuhan tubuh menjadi kunci agar kualitas tidur tetap terjaga tanpa menimbulkan gangguan kesehatan

(nga/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial