PAEI Buka Suara Soal Pelemahan Rupiah: Global Shock

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) David Sutyanto menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu oleh sentimen global dibandingkan masalah fundamental dalam negeri.

Dia menuturkan pelemahan rupiah masih moderat dibandingkan dengan mata uang asing Asia lainnya.

"Kalau melihat data terbaru justru menarik. Walaupun rupiah sempat mendekati Rp17.000 per dolar, pelemahannya sepanjang bulan ini sebenarnya masih relatif moderat dibanding beberapa mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh penguatan dolar global dan sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik serta lonjakan harga minyak," ujarnya dalam rilis, Senin (9/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang saat ini lebih merupakan dampak dari global shock yang dialami banyak negara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya masih kuat.

Lalu soal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2025 tercatat sekitar 5,11 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap ekspansif.

Dengan sejumlah indikator tersebut, tekanan terhadap rupiah dinilai lebih dipengaruhi dinamika eksternal seperti penguatan dolar AS, sentimen risk-off di pasar global, serta kenaikan harga energi dunia.

"Kondisi ini juga menegaskan bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik menghadapi gejolak global," kata David.

(asa)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial