Jakarta, CNN Indonesia --
PT HM Sampoerna Tbk turut memberikan sumbangan signifikan terhadap penerimaan negara melalui Cukai Hasil Tembakau (CHT). Pada 2024, cukai jenis itu mencapai total Rp216 triliun.
Dalam keterangannya, perseroan itu menyatakan industri hasil tembakau merupakan salah satu sektor yang memiliki
kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara.
Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi menuturkan perusahaan menempati posisi penting sebagai salah satu pelaku utama industri dengan skala operasional nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain upaya nyata yang kami lakukan secara konsisten, dukungan pemerintah merupakan salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan industri legal di tengah tantangan dan dinamika saat ini," kata dia beberapa waktu lalu.
Mengacu pada laporan tahunan perusahaan, operasional HM Sampoerna terintegrasi dari proses produksi hingga distribusi, serta
melibatkan rantai pasok yang luas. Industri ini memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian, manufaktur, logistik, hingga ritel tradisional di berbagai daerah.
Sampoerna menyatakan pihaknya terus menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola yang baik.
"Keberlanjutan operasional perusahaan dalam industri ini turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem usaha yang melibatkan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun daerah," kata perusahaan.
Selama lebih dari 111 tahun, perseroan memimpin pasar rokok Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 27,4 persen pada 2024. Sampoerna merupakan pelopor kategori Sigaret Kretek Mesin Kadar Rendah (SKM LT). Sampoerna merupakan anak perusahaan PT Philip Morris Indonesia dan memiliki afiliasi dengan Philip Morris International Inc sejak 2005.
(asa)

2 hours ago
2





























