Kematian Gajah di India Usai Diwarnai Pink Picu Kontroversi

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 09:45 WIB

Seekor gajah di Jaipur, India yang viral akibat 'dicat' pink beberapa waktu lalu dilaporkan mati. Penyebab kematiannya lantas menuai perdebatan. Ilustrasi. Seekor gajah di Jaipur, India yang viral akibat 'dicat' pink beberapa waktu lalu dilaporkan mati. Penyebab kematiannya lantas menuai perdebatan. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jakarta, CNN Indonesia --

Media sosial dihebohkan dengan foto pemotretan seorang model bersama gajah yang 'dicat' berwarna merah muda (pink) di Jaipur, Rajasthan, India. Gajah tersebut dilaporkan mati beberapa waktu lalu.

Penyebab kematiannya pun lantas menjadi kontroversi dan memicu berbagai kritik dan dugaan.

Foto dan pemotretan gajah bernama Chanchal ini diposting di media sosial pada Desember 2025 oleh fotografer asal Rusia, Julia Buruleva. Terlihat tubuh Chanchal yang penuh dengan warna merah muda menggunakan gulal (bubuk pewarna festival Holi).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons warganet berbeda-beda, ada yang memuji daya tarik visual pemotretan, tapi ada juga yang kesal dan mempertanyakan etika penggunaan hewan untuk proyek artistik.

Chanchal dikabarkan mati pada 4 Februari 2026, pukul 3.30 sore di usia 67 tahun. Laporan hasil autopsi (postmortem) mengungkapkan penyebab kematian Chanchal adalah serangan jantung di usia tua.

Akan tetapi, kematian Chanchal ini menjadi kontroversi baru di media sosial karena banyak pihak yang menduga kematian gajah tersebut ada sangkut pautnya dengan dampak pemotretan waktu itu.

Para pencinta binatang dan aktivis yang geram menilai pemotretan Chanchal itu termasuk aksi kejam terhadap binatang. Mereka meminta pertanggungjawaban pemilik gajah, fotografer, hingga departemen kehutanan atas kematian Chancal.

[Gambas:Instagram]

Hathi Gaon Jaipur, desa gajah tempat Chanchal dirawat mengonfirmasi bahwa kematian Chanchal tidak ada kaitannya dengan pemotretan.

Senada, Presiden Komite Hathi Gaon, Ballu Khan menangkis klaim tidak berdasar dari para pencinta binatang dan warganet tersebut.

"Di berbagai festival, gajah juga dicat dan didekorasi tetapi dengan gulal, bukan cat plastik atau apa pun," ujar Ballu Khan, mengutip Times of India.

Berbagai sumber menyebut, gulai merupakan bubuk warna yang identik dengan festival Holi, perayaan musim semi di India.

Namun, mengutip dari laman NCBI, saat ini banyak bubuk warna dibuat dari bahan kimia pabrik. Bahkan yang diklaim organik pun beberapa ditambahkan dengan pigmen sintetis agar warnanya lebih cerah.

Masalahnya, produk ini sering dijual bebas dan minim pengawasan yang jelas. Informasi bahan juga minim, sehingga sulit memastikan keamanannya.

Diketahui, Julia Buruleve melakukan pemotretan itu bersama seorang model bernama Yashavi yang menunggangi gajah Chanchal.

Ballu Khan mengatakan bahwa Chanchal diwarnai setengah sisi menggunakan pewarna yang aman yaitu gulal dan segera dicuci setelah pemotretan selesai.

"Pemotretan berlangsung selama sekitar 10 menit, menggunakan gulal dan segera dicuci. Itu adalah pewarna yang sama yang digunakan untuk festival Holi," lanjutnya.

Mengutip NDTV, Ballu Khan juga mengklarifikasi bahwa pemotretan tersebut terjadi sekitar satu tahun yang lalu saat Chanchal berusia sekitar 65 tahunan. Sementara kematian Chanchal terjadi bulan Februari lalu karena penyakit di usia tuanya yang menginjak 67 tahun.

Dokter Arvind Mathur selaku perwakilan dari pihak yang mengautopsi mengonfirmasi bahwa gajah Chancal berusia 67 tahun dan ia mati karena gagal pernapasan alias serangan jantung.

"Kematiannya sepenuhnya alami dan tidak terkait dengan insiden lukisan gulal," kata Arvind Mathur kepada NDTV.

Kendati demikian, publik telah memandang buruk pemotretan tersebut. Ada yang beranggapan kematian Chanchal karena gajah itu menderita secara fisik dan mental.

Mereka menyoroti beberapa kemungkinan mulai dari efek pengecatan hingga gajah betina itu stress setelah mengikuti sesi pemotretan.
Para aktivis dan pecinta binatang menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan hewan untuk kepentingan komersial maupun artistik.

"Kematian gajah Chanchal yang dilaporkan setelah dia dicat merah muda untuk pemotretan menandakan keadaan darurat bagi gajah penangkaran di India yang menderita secara fisik dan mental. Gajah yang digunakan untuk wahana dan pertunjukan secara rutin dirantai ketika tidak digunakan dan dikendalikan dengan senjata. Kondisi ini menyebabkan bahaya ketika gajah diserang frustrasi," ujar Wakil Presiden Kebijakan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals India) Khushboo Gupta.

Sementara itu, Wakil Konservator Hutan (Satwa Liar) di India, Vijay Pal Singh mengatakan bahwa saat ini tidak ada penyelidikan lebih lanjut atas masalah ini dan pihaknya menolak untuk berkomentar lebih jauh.

(ana/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial