Jajan di China Bisa Pakai QRIS Mulai Bulan Depan

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) menyatakan pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bisa dilakukan di China mulai Mei 2026.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan saat ini BI telah bekerja sama dengan berbagai negara, seperti Jepang dan Korea Selatan. Ia pun berharap QRIS bisa terhubung dengan China mulai bulan depan.

"Jadi saat ini kita sudah merangkul Asian plus three yaitu Jepang, Korea Selatan, dan mudah-mudahan bulan depan (Mei) itu kita dengan Tiongkok (China) sudah bisa terhubung juga," ujar Filianingsih dalam acara Launching QRIS Antarnegara Indonesia dan Korea Selatan di Gedung BI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Filianingsih pun menjelaskan volume transaksi QRIS secara inbound ke Indonesia tercatat 5,9 juta transaksi, sedangkan outbound tercatat 1,7 juta transaksi.

"Dengan volume transaksi inbound ke Indonesia, itu sudah mencatat 5,9 juta transaksi, sementara yang outbound, orang Indonesia yang keluar, itu mencatatkan 1,7 juta transaksi," terangnya.

Hari ini, BI juga meluncurkan QRIS antarnegara Indonesia dengan Korea Selatan.

"Implementasi QRIS Antarnegara antara Indonesia dengan Korea merupakan langkah konkret dalam mewujudkan agenda tersebut. Ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas," ujar Filianingsih.

Filianingsih menyebutkan wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi Korea Selatan cukup tinggi, begitu pun sebaliknya. Dengan demikian, QRIS dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi di kedua negara.

"Baik di sektor pariwisata, kita tahu banyak orang Indonesia yang pergi ke Korea Selatan, mendatangi cafe-cafe drakor dan juga orang Korea yang datang ke Indonesia," ungkapnya.

Selain Korea Selatan, ia mengungkapkan saat ini QRIS antarnegara telah diimplementasikan di empat koridor, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Adapun ia menjelaskan QRIS antarnegara di Jepang telah menjadi dua arah setelah otoritas Jepang memberikan izin bagi transaksi Indonesia inbound.

"Kalau dulu hanya orang Indonesia yang pergi ke Jepang bisa menggunakan QRIS dan men-scan GPQR, sekarang orang Jepang yang datang ke Indonesia bisa menggunakan QR-nya dengan men-scan QRIS. Jadi sudah dua belah pihak," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial