Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia sudah 35 tahun tidak mengangkat piala dan 18 tahun puasa gelar. Apakah FIFA Series 2026 akan menjadi takjil-nya?
Timnas Indonesia terakhir kali meraih prestasi pada 1991; medali emas SEA Games. Ketika itu pesta olahraga ASEAN ini diikuti tim utama (senior) dan bukan kategori usia seperti sekarang.
Sedangkan terakhir kali Indonesia meraih piala yakni turnamen-turnamen mini tak bergengsi pada 2008. Piala yang diraih adalah Indonesia Independence Cup.
Itu pun, diraih dengan kontroversi. Lawan Indonesia di partai final, Libya U-23 menolak melanjutkan babak kedua. Pasalnya, ada insiden pemukulan dari kubu Indonesia ke Libya.
Tim asuhan Benny Dollo itu akhirnya ditetapkan sebagai juara dengan status menang walk over (WO), setelah sempat unggul 1-0 di babak pertama. Inilah piala terakhir Indonesia.
Setelah 18 tahun, skuad Garuda punya potensi mengakhiri puasa gelar. Dan, takjil atau menu pembukanya adalah turnamen mini dengan tajuk FIFA Series 2026.
Turnamen yang berlangsung di sembilan negara ini sejatinya hanya sebatas rangkaian uji, tetapi menggunakan istilah final untuk laga uji coba kedua.
Yang namanya final, ya ada juaranya. Kalau kalah akan dibilang gagal juara dan kalau menang tentu saja akan ditulis juara FIFA Series 2026. Mau ada trofi atau tidak, tetap saja juara.
Lawan Timnas Indonesia pada partai final FIFA Series 2026 adalah Bulgaria. Setelah membantai Kepulauan Salomon dengan skor 10-2, Bulgaria naik ke peringkat 85 FIFA.
Posisi Indonesia di peringkat FIFA juga naik usai mengalahkan Saint Kitts and Nevis. Kini tim Merah Putih bertengger di urutan ke-121. Indonesia dan Bulgaria terpisah 36 tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas, terlalu jomplang kualitas Indonesia dan Bulgaria. Namun, bagi suporter Timnas Indonesia, ini laga sepadan. Kualitas kedua tim kira-kira 11-12. Siapa yang 11 dan 12? Yang 12 tentu yang menang.
Kalau cuma uji coba biasa, tanpa ada embel-embel finalnya, mungkin kurang muruahnya. Namun, karena FIFA Series 2026 memakai final, gengsinya naik. Harapan besar dititip di pundak Herdman.
Seolah tak ada istilah proses untuk Herdman. Laga keduanya di Timnas Indonesia langsung diminta berbuah gelar juara. Inilah ekspektasi. Manusiawi.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2



























