Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Javad Zarif menyerukan agar Teheran segera mendeklarasikan kemenangan dan mengakhiri perang.
Ia juga membeberkan sebuah rancangan blue print atau cetak biru, tentang bagaimana Teheran dapat mengupayakan kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdasarkan persyaratan yang dapat diterima pihak Iran.
Pernyataan tersebut muncul saat Trump tengah meningkatkan ancamannya terhadap Iran, dengan memperingatkan bahwa militer AS "bahkan belum mulai" menghancurkan sisa infrastruktur negara tersebut, setelah serangan AS sebelumnya merobohkan jembatan terbesar di Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Militer Iran tak tinggal diam dan membalas dengan peringatan akan "menghancurkan" aset-aset regional Negeri Paman Sam jika AS dan Israel terus meningkatkan serangan ke Iran, dilansir dari Al-Jazeera Jumat (3/4).
Sementara itu, Kuwait melaporkan bahwa sebuah pabrik desalinasi air dan kilang minyak telah menjadi target serangan Iran, seiring negara-negara Teluk yang terus menghadapi serangan dari Teheran.
Sebuah pabrik gas di UEA juga turut diserang pada Jumat (3/4) pagi. Iran pun telah meluncurkan rudal ke Israel, yang mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah dan mobil warga.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, perwira tertinggi di Angkatan Darat AS, telah meninggalkan jabatannya usai diminta mengundurkan diri oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Adapun kondisi saat ini, sedikitnya 2.076 orang dinyatakan tewas dan 26.500 lainnya luka-luka akibat serangan AS-Israel di seluruh wilayah Iran sejak 28 Februari.
(ins)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2





















