AmCham Ingin Terus Berkolaborasi Bangun Ekonomi-Pekerjaan di RI

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku usaha asal Amerika Serikat yang tergabung dalam American Chamber Of Commerce (AmCham) Indonesia ingin terus berkolaborasi dengan pemerintah RI dengan kegiatan bisnis mereka.

Namun, mereka mengungkapkan ada tantangan yang harus diselesaikan. Tantangan utama terkait kepastian regulasi dan kebijakan.

Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi mengatakan, dunia usaha membutuhkan kepastian agar dapat menjalankan kegiatan bisnis secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya sih pelaku bisnis ini, kami sebagai pelaku bisnis atau pelaku usaha yang kami harapkan adalah kepastian, berusaha. Jadi dari segi aturan, dari segi policy, kebijakan itu lebih pasti gitu ya, tidak berubah-ubah," ujarnya dalam acara a Labor Day Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Selasa (7/4).

Hal inilah yang menurut Donna menjadi fokus acara diskusi yang digelar hari ini. Di mana, sebagai asosiasi, pihaknya ingin lebih mendekatkan pelaku bisnis terutama member AmCham dengan pemerintah.

"Karena perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalam AmCham Indonesia ini juga banyak yang padat karya. Banyak yang sudah mempunyai fasilitas-fasilitas, pabrik-pabrik dan sebagainya yang mempekerjakan cukup banyak pekerjaan Indonesia. Jadi harapannya ke depannya kita akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Kemnaker," jelasnya.

Menurut Donna, kemudahan akses komunikasi dengan pemerintah diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha.

"Jadi bisa ditanyakan langsung ke Kemenaker mengenai kendala-kendalanya gitu. Tapi pada tujuannya sih pada utamanya adalah kepastian untuk berinvestasi. Karena perusahaan-perusahaan ini kan inginnya berada di Indonesia for a long time ya," kata Donna.

Apalagi, Donna menilai Penanaman Modal Asing (FDI) menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perekonomian dalam negeri. Saat ini, dari sekitar 200 anggota AmCham total investasi yang sudah masuk ke dalam negeri mencapai US$67 miliar dalam 10 tahun terakhir.

Terbaru, ada juga beberapa perusahaan asal Amerika yang disebutkan membangun pabrik baru di Indonesia dan beberapa juga menjalin kerjasama baru.

"Jadi sebenarnya sih Indonesia cukup dianggap sebagai market yang baik. Tapi kalau memang aturan-aturannya cukup pasti gitu ya, dan pemerintah juga cukup mendorong pertumbuhan industri, tentu saja kita berusaha untuk bisa berekspansi di Indonesia," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(ldy)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial